Segores Kata dari Pipit
Hari ini adalah apa yang ada karena kemarin telah tiada, dan ketiadaan iut tidak akan pernah kembali. Sedangkan hari esok masih menjadi misteri. Misteri kehidupan yang akan menjadi tanda Tanya besar bagi setiap insan. Terlebih misteri tentang kematian. Karena disanalah penentu untuk masuk ke kehidupan setelah kematian. Proses kematian inilah yang rupanya dicontoh dalam system pendidikan kita. Ujian Nasional adalah penentu lulus tidaknya seorangnya siswa. Walaupun barangkali selama tiga tahun dia anak yang baik, cerdas, penurut, bahkan juara olimpiade. Tapi ketika hari-hari perjuangan ujian nasional dia tak berdaya, maka tiada guna prestasi yang telah terukir. Walaupun begitu tidak berarti kita lantas putus asa dan tidak berusaha sama sekali. Prosentase itu juga terlihat sangat kecil jika dibandingkan dengan siswa yang memang sudah hancur sedari awal.
Pipit sangat berharap di ujung kehidupan Pipit, Pipit tutup kehidupan pipit di dunia ini dengan kematian yang indah. Kematian yang beroleh ridho dari Allah. Allah ridho berjumpa denganku dan akupun ridho untuk berjumpa dengan-Nya.
Semoga harapan itu terkabulkan kelak ketika sudah saatnya bagi pipit untuk pergi dari dunia ini karena jatah usia pipit telah habis. Pipit ingin jalani hari demi hari dengan ketaatan kepada Allah menjalankan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan semua perbuatan yang dilarang oleh-Nya.
Ya Allah tambahkanlah kepada Pipit ilmu yang bermanfat dan juga berilah kemampuan bagi pipit untuk menajalankan ilmu itu dengan mudah. Tunjukanlah jalan yang lurus bagi pipit dan mudahkanlah pipit dalam menempuh jalan itu serta matikan pipit di atas jalan itu dalam keadaan Engkau ridho kepadaku dan akupun ridho kepada-Mu.
|