pipit-kecil
  renungan
 

AKU MELIHAT MUTIARA YANG INDAH

 

 

Ada sebuah permisalan yang sampai saat ini masih terngiang dalam memori ingatan Pipit ketika Pipit hadir dalam sebuah majelis ilmu di kota Yogyakarta. Sang pembicara menggunakan permisalan bahwa kehidupan dunia ini laksana kita melamar bekerja pada perusahaan pencari kerang mutiara dimana kita berperan sebagai penyelam yang akan mencari mutiara di dasar laut. Di sini Pipit akan mencoba mengisahkan kembali cerita tersebut. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua dalam menjalani kehidupan ini.

_______________________________________

Layaknya pencari kerja yang lain sebelum kita bekerja maka akan ada waktu yang dinamakan training. Ketika training berlangsung, bos memberikan kepada kita panduan bagaimana cara bekerja sebagai seorang penyelam. Beliau ajarkan cara-cara menyelam, beliau berikan peta-peta dasar laut, serta hal-hal lain yang diperlukan bagi kita. Intinya bos memberikan bekal kepa kita.

Tibalah saat bagi kita untuk terjun ke dasar laut. Kitapun dibekali berbagai peralatan selam lengkap dengan tabung oksigen. Bos berpesan kepada kita, “Ini ada tabung oksigen silakan kau pakai. Tabung itu bisa mensuplai oksigen selama satu jam. Carilah mutiara sebanyak-banyaknya dan jangan kau terbuai dengan keindahan taman-taman terumbung karang dan semua yang ada disana. Aku percaya padamu”

Setelah semua perlengkapan melekat di tubuh kita, kitapun terjun ke laut dan mencari tempat yang telah ditunjukan bos kita. Perjalanan ke dasar laut tidak memerlukan waktu yang cukup lama. Dari kejauhan kita liat sebuah taman yang indah. Di sana ada banyak tumbuhan-tumbuhan kecil dengan warnanya yang beraneka ragam serta ikan-ikan kecil yang berenang diantara taman-taman itu. Kitapun pergi ke arah itu karena kita yakin mutiara itu ada disana.

Sampailah kita di taman itu dan kitapun mulai mencari mutiara. Pertama senang sekali karena kita bisa menemukan mutiara di salah satu kerang dan kesenangan kitapun bertambah karena kita melihat banyak kerang-kerang lain yang ada disekitar kita.

Kitapun beranjak ketempat lain untuk mencari mutiara-mutiara yang lain. Ditengah jalan, kita melihat berbagai aneka tumbuhan indah yang menghiasi terumbu karang serta batu-batu indah tak lupa juga aneka ikan yang ikut berenang di sekitar kita. Kita pandangi terumbu karang itu dan kitapun asyik bermain-main dengan ikan kecil yang mendekati kita. Akhirnya kitapun berlama-lama menikmatinya hingga kita tak tersadar bahwa tabung oksigen yang dibekalkan kepada kita telah mendekati batas limitnya. Kita terperanjat dan segera tersadar akan tujuan kita ke dasar laut ini, kita tengok mutiara yang ada ditangan kita, masih sangat sedikit sementara persediaan oksigen  hampir habis dan kita harus segera naik ke permukaan. Tanpa kuasa kitapun naik ke atas dengan membawa mutiara yang seadanya dan melapor kepada bos.

 

Pertanyaan buat kita semua. Kira-kira bagaiman sikap bos kepada kita?

__________________________________________________

 

Barangkali seperti itu yang terjadi kepada kita, ketika kita diberi amanat oleh Allah untuk hadir di dunia ini yaitu untuk beribadah kepada Allah, tapi apa yang kita lakukan disini? Sering kita terselewengkan kepada hal-hal yang dapat memalingkan kita kepada-Nya. Pergaulan yang melewati batas, mencari sesuatu dengan tidak benar, menghabiskan waktu dengan sia-sia. Lalu bagaimana seandainya secara tiba-tiba nyawa kita harus terlepas dari badan ini lalu apa yang telah kita bawa?  

 

 

Pipit kecil

 
  Today, there have been 1 visitors (4 hits) on this page! jangan lupa baca basmalah dan hamdalah  
 
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Do you want your own website too?
Register for free